Berikut Ini Daftar Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Berprestasi 2017

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mengirimkan perwakilan guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk maju dalam Lomba Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Berprestasi ke tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun ini.

Hal itu menyusul hasil penilaian Lomba Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Berprestasi Tingkat Kota Solo 2017 dengan jumlah juara untuk masing-masing kategori sebanyak 21 orang.

Baca Juga : Cek Status NUPTK, Cek SKTP Guru

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Sulardi, mengemukakan, pihaknya segera mempersiapkan 21 juara dalam lomba GTK berprestasi tingkat kota tersebut.

“Untuk kepastian waktu pembinaan dan pelaksanaan lomba di tingkat provinsi, kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Yang jelas mereka akan dipersiapkan,” ungkap Sulardi ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (6/4/2017).

Sulardi mengatakan, Disdik Solo berharap perwakilan yang maju di tingkat provinsi nanti juga dapat mempertahankan gelar Juara Umum yang kerap diraih Kota Solo sejak 2011 serta terpilih mewakili Provinsi Jawa Tengah ke tingkat nasional.

Sebagai informasi, tahun ini di tingkat Kota Solo, kompetisi tersebut dari awal diikuti 190 peserta, mulai dari tingkat guru TK, kepala TK, guru SD, kepala SD, pengawas TK/SD, guru SMP, dan kepala SMP.

Artikel Terkait : Cek PTK , Info PTK , Login PTK , Cek Dapodik

Untuk materi seleksi dalam pemilihan GTK berprestasi 2017 meliputi dokumen fortopolio lima tahun terakhir, penilaian kinerja guru untuk satu tahun terakhir, tes tertulis yang terdiri atas tes penguasaan kompetensi profesional dan wawasan kependidikan, lalu penilaian tindakan kelas dan artikel ilmiah serta paparan artikel, dan tanya jawab.

Berikut Data Juara Lomba Guru Berprestasi Tingkat Kota Solo 2017:

Guru TK
Juara 1 Oktaviana Sri Rejeki dari TK Marsudirini
Juara 2 Paryanti dari TK Al Islam 5 Grobagan
Juara 3 Luluk Wijayanti TK Cita Ananda

Kepala TK
Juara 1 Iin Mayylani dari TK Al Azhar Syifa Budi
Juara 2 Yuliana Suwanti dari TK Kanisius Semanggi
Juara 3 Atik Triwiyati dari TK Al Firdaus Surakarta

Guru SD
Juara 1 Subkhi Widyatmoko SDN Slembaran
Juara 2 Suci Rohayati SDN Sambirejo No 148
Juara 3 Andi Arfianto SD Muhammadiyah Program Khusus

Kepala SD
Juara 1 Suwarto SDN Pucangsawit
Juara 2 Surati SDN Mangkubumen Kidul No 16
Juara 3 Petrus Sunardi SD Kanisius Keprabon 2

Pengawas TK/SD
Juara 1 Ahmad Andang UPTD Pendidikan Banjarsari
Juara 2 Sri Wahyuni UPTD Pendidikan Serengan
Juara 3 Sri Lestari UPTD Pendidikan Jebres

Guru SMP
Juara 1 Herni Budiati SMPN 22
Juara 2 Sri Rahayu SMPN 15
Juara 3 Liestyani Dhamayanti SMPN 12

Kepala SMP
Juara 1 Nugroho SMPN 8
Juara 2 Joko Setyo BW SMPN 7
Juara 3 Jaka Rusdiyanta SMPN 21

Kegiatan yang dihelat oleh PGRI Ranting Mranggen ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kankemenag Kab. Demak, H Muhammad Thobiq. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sudah saatnya dunia pendidikan khususnya guru merespon perkembangan teknologi dan meng-upgrade wawasan serta meningkatkan kemampuan dirinya dalam mendidik siswa-siswinya.

“Guru madrasah harus merubah mindset dari pola mengajar tradisional menuju pola digital. Tantangan mewujudkan kompetensi lulusan yang unggul di era global itu ditentukan di ruang kelas,” jelasnya.

Artikel Terkait : Cek Akreditasi Universitas

Kegiatan yang bertema in House Training PTK ini mendatangkan narasumber Widyaiswara Ahli Madya dari Balai Diklat Keagamaan Jawa Tengah, Hj. Amiroh Ambarwati. Ia mengatakan, banyak pengalaman dan ilmu yang harus dimiliki guru. Mulai dari cara mengajar yang mengasyikkan untuk siswa, termasuk cara mengajar yang menyenangkan. Guru bertindak sebagai fasilitator, koordinator, mediator dan motivator kegiatan belajar peserta didik.

Dalam peningkatan kualitas atau mutu pendidikan, jelasnya, bukan hanya siswa yang dievaluasi. Melainkan juga para guru juga harus bisa mengevaluasi diri.

“Karena itu, guru juga harus lebih proaktif meningkatkan kapasitas dan pengetahuannya. Tujuannya, agar siswa yang akan mewarisi ilmu gurunya tidak monoton. Di lain sisi, guru juga diminta lebih bijak menghadapi siswanya.” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para guru agar menemukan masalah pembelajaran apa saja yang ditemui di kelas, mengapa masalah tersebut terjadi dan menentukan strategi apa yang akan digunakan dalam pembelajaran.

Ia pun menjelaskan penggunaan berbagai metode, alat dan media dalam pembelajaran di dalam kelas mulai dari pemberian contoh, gambar, pembentukan tim, peta pikiran, ivestigasi kelompok, jigsaw, dan lainnya.

Sumber: Disdik Solo (sry)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di News dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s